ORASI

4 Kuliner Sangeh Bali yang Wajib Dicoba Kaum Mendang-Mending

Minggu pagi di Bali itu kastanya terbagi dua. Ada kasta Moge (Motor Gede) yang sunmori-nya ke Kintamani sambil pamer outfit jutaan, dan ada kasta kita: Kaum Beat Karbu.

Kalau dompetmu lagi ngap-ngapan tapi butuh healing, lupakan Kintamani. Gas tipis-tipis ke arah Sangeh. Udaranya sama-sama dingin, tapi harga makanannya jauh lebih masuk akal buat UMR Bali. Plus, tanjakannya nggak bakal bikin motor tuamu overheat sampai meledak.

Tapi, ke Sangeh ngapain aja? Foto sama monyet? Basic, Ton. Misi utama kita adalah wisata kolesterol. Tim Media ORASI sudah merangkum 4 kuliner Sangeh Bali paling legend yang siap menyambut getaran mesin motormu.

Siapkan perut (dan obat penurun lemak), ini dia list-nya.

1. Warung Babi Guling Men Wenci: Si Paling Viral

Kalau bicara soal kuliner Sangeh Bali, nama Men Wenci pasti muncul paling atas. Lokasinya yang aesthetic di pinggir sawah bikin tempat ini jadi langganan konten kreator.

Rasanya? Valid. Kulit babinya krenyes abis, kuahnya berempah. Tapi ingat, musuhmu di sini bukan cuma lemak, tapi juga antrean.

Tips buat pengguna Beat Karbu: Disaat mobil-mobil plat luar pusing cari parkir, motor rampingmu bisa dengan mudah nyelip di sela-sela tembok atau pematang sawah. Privilege orang kecil, Ton.

  • Menu Andalan: Nasi Babi Guling Spesial.
  • Level Keramaian: Pasar Kaget (Datanglah pagi-pagi).

2. Lawar Kuwir Men Sono: Alternatif “Sehat” (Katanya)

Lagi sok diet babi atau emang nggak makan babi? Melipir sedikit ke Lawar Kuwir Men Sono. Ini adalah hidden gem buat yang bosan sama menu babi guling yang itu-itu aja.

Daging kuwir (entog) di sini diolah sedemikian rupa sampai teksturnya chewy tapi nggak alot. Bumbunya nendang sampai ke ulu hati. Makan di sini rasanya lebih local pride, jauh dari kesan tempat turis. Cocok buat ngobatin badan pegal gara-gara jok motor yang tipis.

3. Lawar Sapi Men Daging: Uji Durabilitas Mesin

Oke, lokasinya mungkin agak melipir sedikit dari pusat hutan Sangeh, tapi masih masuk dalam radius sunmori kita. Anggap saja ini tes performa buat Beat Karbu kesayanganmu.

Warung Men Daging menawarkan sensasi lawar sapi yang bold. Merahnya lawar di sini lebih berani daripada janji manis politisi. Rasanya otentik, pedasnya pas, dan porsinya nggak pelit. Ini adalah definisi “makanan laki” (walaupun cewek-cewek juga doyan banget).

4. Sate Babi Nyoman Bledor: Adu Mekebul

Balik lagi ke jalur utama. Kalau motormu knalpotnya ngebul, jangan minder. Di Warung Nyoman Bledor, asap panggangan satenya jauh lebih ngebul.

Makan sate babi hangat di pinggir jalan Sangeh yang sejuk itu kenikmatan hakiki, Ton. Dagingnya empuk, bumbu manis gurihnya meresap sampai ke dalam. Suasananya santai banget, cocok buat istirahat sejenak mendinginkan mesin motor sebelum lanjut pulang ke Denpasar.

Sensasi Nanjak ke Sangeh Pakai Beat Karbu

Ngomongin kuliner Sangeh Bali nggak lengkap kalau nggak bahas perjalanannya. Ada sensasi magis saat gas dipuntir dalam-dalam di tanjakan pohon pala.

Suara knalpot mungkin sudah teriak “NGOOOK” minta ampun, tapi jarum speedometer stuck di 40 km/jam. Belum lagi tatapan sinis monyet-monyet di pinggir jalan yang seolah menghakimi motormu.

Tapi justru di situ seninya. Slow living yang dipaksa oleh keadaan mesin. Nikmatin aja anginnya, Ton.

Jadi Tim Mana?

Dari 4 rekomendasi di atas, mana yang bakal jadi destinasi sunmori kamu minggu ini?

  • Tim Babi Guling viral?
  • Tim Kuwir anti-mainstream?
  • Atau Tim Sate pinggir jalan?

Apapun pilihanmu, pastikan motor sehat dan dompet terisi. Jangan lupa share artikel ini ke grup WhatsApp sunmori kamu biar nggak wacana doang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *