
Artisan Sesungguhnya Nggak Pakai Apron Kulit di Cafe, Mereka Bertarung dengan Suhu Tungku di Pasar Pagi
Coba ingat-ingat lagi, Ton. Kapan terakhir kali kamu benar-benar memperhatikan ibu-ibu penjual Jaja Laklak Bali di pasar pagi dekat rumah? Akhir-akhir ini, kita terbiasa mengagumi artisan bakery yang mengukur suhu adonan memakai termometer digital. Kita rela membayar puluhan ribu untuk sebuah croissant demi menghargai sebuah craftsmanship atau mahakarya. Tapi sadar atau tidak, kita sering lupa…








