Skip to main content

ORASI

Mitos “Biar Hasil yang Bicara”: Alasan Sesungguhnya Kenapa Pekerja Lokal Sering Kalah Saing di Bali

Tiap kali Denpasar macet parah atau orderan freelance lagi sepi, ada satu kalimat template yang sering banget keluar dari mulut anak muda Bali: “Wah, orang luar makin banyak nih, kerjaan kita diambil semua.” Menyalahkan pihak luar memang respons paling gampang dan nyaman. Kita merasa aman karena menganggap diri kita sudah cukup hebat, hanya saja situasinya…

Read More

Bomnya di Kuta, Kenapa Dapur di Ubud Ikut Hancur? Menggugat Rapuhnya Ekonomi Bali

Setiap tanggal 12 Oktober, lini masa kita akan dipenuhi pita hitam dan foto monumen Ground Zero. Tragedi Bom Bali 2002 selalu dikenang sebagai hari di mana keamanan Bali terkoyak. Namun, mari kita bicarakan satu hal yang jarang diangkat di acara peringatan resmi: dapur. Ya, dapur keluarga kita. Tragedi ini mungkin berpusat di Kuta, tapi gelombang…

Read More

Tumpek Wayang: Kenapa Mitos Bhatara Kala Nggak Lebih Nyeremin dari Deadline Umur 25?

Setiap kali kalender Bali menunjukkan hari Tumpek Wayang, vibes di tongkrongan atau di rumah mendadak jadi sedikit lebih mistis. Dari kecil, kita dijejali cerita yang sama: ini hari lahirnya Bhatara Kala. Kalau kamu kebetulan lahir di hari ini, siap-siap saja diruwat lewat upacara Sapuh Leger biar nggak dimakan sama sang raksasa. Kesannya angker banget. Tapi…

Read More

Atlet Bali Asian Games 2026: Berhenti Memuja Medali, Mulailah Menghargai Luka

Tiap kali membuka media sosial hari ini, pilihannya cuma dua: melihat rentetan bad news yang bikin muak, atau melihat update pencapaian orang lain yang sukses bikin kita merasa tertinggal. Di tengah pusaran kecemasan itu, tiba-tiba linimasa kita penuh dengan perayaan. Desak Made Rita Kusuma Dewi mengukir sejarah membawa emas panjat tebing di Asian Games 2026….

Read More

Nyoman dan Ketut Terancam Punah: Krisis Demografi Bali vs Realita Cicilan KPR Gen Z

Bayangkan Bali sepuluh atau dua puluh tahun lagi. Kita mungkin masih gampang ngopi bareng Wayan, atau pinjam korek ke Made. Tapi, untuk nemuin Nyoman, apalagi Ketut? Bakal sesulit nyari tanah murah di Canggu. Pemprov Bali rupanya sadar dengan ancaman ini. Pada September 2026, muncul kabar bahwa pemerintah sedang menyiapkan program insentif khusus untuk anak ketiga…

Read More

Membedah Kasus Rasisme di Bali: Salah Warga Lokal, atau Sistem Pariwisata yang Mendewakan Bule?

Satu staf bersikap judes, empat juta lebih warga Bali menerima review bintang satu. Belakangan ini, linimasa kita kembali ramai oleh keluhan wisatawan domestik yang mendapat pelayanan buruk di beach club atau restoran di Bali. Narasinya selalu berulang: staf melayani turis asing bak raja, namun memandang sebelah mata turis lokal. Dari kekecewaan tersebut, lahir sebuah kesimpulan…

Read More

Turis Healing, Lokal Sinting: Mengapa Gen Z Bali Kena Culture Shock di Kampung Sendiri?

Kalau dengar kata “culture shock di Bali”, apa yang terlintas di kepala? Mungkin bule yang kaget melihat ibu-ibu bonceng tiga bawa kulkas, atau turis yang bingung melihat sesajen di tengah trotoar. Padahal, culture shock terberat di pulau ini justru tidak dialami oleh para ekspatriat. Korbannya adalah kita sendiri. Orang-orang yang di KTP-nya tertulis lahir dan…

Read More

Sebelum Ribut Villa di Canggu, Konflik Tanah Bali 1965 Pernah Bikin Kita Saling Bunuh

Kalau sekarang Khe pusing ngelihat harga tanah di Bali yang udah nggak masuk akal, Khe nggak sendirian. Kecemasan soal tanah ini nyatanya udah mengakar dari zaman kakek-nenek kita. Banyak dari kita diajarkan kalau tragedi berdarah 1965 di Bali itu murni karena rembesan konflik ideologi dari Jakarta. Padahal, kalau kita mau membedah arsip sejarah sedikit lebih…

Read More

Ketika Budaya Bali Cuma Jadi Pelindung Sepi Engagement, Kita Perlu Belajar dari Guruh

Kita hidup di era di mana elemen kebudayaan itu gampang banget di-copy-paste. Tinggal comot potongan suara gamelan, tempel aksara Bali di desain kaos (walau ejaannya kadang kebalik), atau jadikan pura sebagai properti estetik healing. Dalam hitungan jam, unsur budaya langsung berubah jadi tren, branding, atau komoditas. Pertanyaannya, Ton: ini bentuk apresiasi budaya Bali, atau budayanya…

Read More

Ilusi Canggu & Seturan: Kenapa Provinsi ‘Anak Muda’ Justru Kehabisan Gen Z?

Kalau Khe jalan-jalan sore di Canggu, Seminyak, atau mampir ke deretan kafe di Seturan, Jogja, apa yang terlihat? Ribuan anak muda berseliweran dengan outfit estetik, nongkrong di coffee shop, dan memadati beach club. Kesannya, Bali dan Jogja adalah ibu kota masa muda Indonesia. Tapi, bersiaplah untuk patah hati dengan realita. Sensasi “muda” yang Khe rasakan…

Read More