Skip to main content

ORASI

Ilusi Ketahanan Energi: Mengapa Kelangkaan Pertalite dan Gas Melon Sukses Bikin Bali Panik

Pada akhir Agustus 2026, wajah jalanan Bali mendadak tegang. Masyarakat di Denpasar, Badung, hingga Tabanan terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengantre Pertalite. Di saat yang hampir bersamaan, tabung gas LPG 3 kg bersubsidi atau “gas melon” juga menghilang dari pangkalan dan warung-warung kecil. Dua kejadian yang berdekatan ini bukan sekadar kebetulan yang menjengkelkan. Terganggunya…

Read More

Kalender Bali: ‘Sistem Operasi’ Kuno yang Bikin Gen Z Hari Ini Kerap Burnout

Pernah merasa level capekmu berbeda dari teman-teman yang bekerja di Jakarta? Padahal beban kerjanya sama-sama di depan laptop, mengolah campaign, dan mengejar ketertinggalan trend. Jawabannya mungkin menempel dengan pasrah di tembok rumahmu. Ya, Kalender Bali itu. Tiap kali membuka kalender ini, yang dicari biasanya cuma tiga: Kapan Purnama? Kapan Kajeng Kliwon? Kapan ada tanggal merah…

Read More

Bali Terus Bangun Jalan Baru, Tapi Kenapa Tiap Pagi Kita Tetap “Tua di Jalan”?

Tiap tahun pasti ada aja proyek jalan baru di Bali. Pada April 2026, pemerintah memamerkan proyek strategis seperti Jalan Baru Gatsu Barat–Canggu, underpass Tohpati, sampai dukungan percepatan Tol Gilimanuk–Mengwi. Janjinya selalu sama: biar mobilitas makin lancar, Ton. Tapi realitanya, tiap jam 8 pagi dan 5 sore, jalanan tetap jadi neraka dunia. Kita tetap aja telat…

Read More

Nak Bali Lebian Aget: Coping Mechanism Kultural atau Bukti Kita Terlalu Pasrah?

Ton, pernah perhatikan nggak betapa absurdnya cara kita merespons musibah? Kecelakaan motor di jalan berlubang sampai berdarah, komentar yang keluar pertama kali biasanya: “Aget tuah batisne matatu” (Untung cuma kakinya yang luka). Orang luar mungkin melihat ini sebagai tingkat kepasrahan level dewa. Tapi mari kita bedah realitanya. Idiom “Nak Bali Lebian Aget” (Orang Bali terlalu…

Read More

Matinya Angkot Denpasar: Kenapa Kota yang Makin Praktis Justru Bikin Kita Kesepian?

Kalau kita bicara soal transportasi publik di Denpasar masa lalu, apa yang pertama kali muncul di kepala? Panas? Ngetem lama? Berdesakan dengan orang yang tidak kita kenal? Angkot dulu memang punya banyak kekurangan seperti panas, menunggu lama, tidak selalu nyaman, dan jadwal tidak pasti. Kita tidak perlu meromantisasi masa lalu. Kendaraan pribadi maupun transportasi online…

Read More

Pilih Gelar Budaya atau Gaji Pasti? Realita Pahit di Balik Krisis Regenerasi Perak Celuk

Orang-orang sering bilang, “Sayang banget anak muda Celuk sekarang jarang yang mau nerusin kerajinan perak.” Komentar ini biasanya meluncur mulus dari bibir mereka yang menuntut pelestarian budaya, tapi masih menawar kejam saat membeli karya seni lokal. Mari kita bicara pakai data. Pada tahun 2019, Kerajinan Perak Celuk resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia….

Read More

Beban Adat Bali Makin Berat: Demi Tradisi atau Gengsi?

Ton, coba jujur sejenak. Saat ada karya atau upacara besar di desa, apa yang paling bikin pusing? Urusan spiritualnya, atau rasa takut digunjingkan ibu-ibu banjar kalau banten kurang menjulang tinggi? Saat ini, beban adat Bali sering kali terasa mencekik bukan karena ritualnya, melainkan karena ekspektasi sosial yang menyertainya. Kita bekerja keras, mengambil shift panjang di…

Read More