ORASI

Biaya Ngaben Massal di Bali: Solusi Murah atau Sekadar “Gacha” Desa Adat?

Ton, kita semua tahu realitanya. Kerja pontang-panting, nge- shift dari pagi ketemu pagi di sektor hospitality, eh gaji UMR yang lewat rekening cuma numpang lewat. Di tengah saldo ATM yang seringnya cuma sisa debu, tiba-tiba ada beban utang leluhur yang harus dilunasi. Ngaben. Upacara wajib yang nggak bisa di- skip, apalagi di-cancel pakai alasan “maaf,…

Read More

Perempuan Bali dan Tajen: Yang Kalah Seringkali Bukan Ayamnya

Arena tajen di Bali selalu identik dengan sorak-sorai. Di sana, taruhan diputuskan dengan cepat, ayam jago disiapkan dengan presisi, dan puluhan laki-laki berkumpul membawa ambisi. Namun, saat debu arena sudah turun dan keramaian bubar, ada realitas sunyi yang jarang dibicarakan. Siapa yang sebenarnya menanggung beban saat kekalahan terjadi? Jawabannya sering kali mengarah pada sosok yang…

Read More

Wariga Bali: Sistem Manajemen Waktu Nenek Moyang yang Bikin Google Calendar Cupu

Ton, kita sering banget FOMO sama tren produktivitas. Temen pakai Notion, kita ikut. Lihat influencer bahas time blocking sama deep work, kita download aplikasinya. Tapi ujung-ujungnya? Tetep aja burnout dan ngerasa waktu 24 jam sehari itu kurang. Padahal, jauh sebelum orang Barat jualan kelas produktivitas, nenek moyang di Bali udah punya sistem manajemen waktu yang…

Read More

Lontar Bali: “Poneglyph” Leluhur yang Justru Tersimpan Lebih Aman di Belanda

Pamer pakaian adat tradisional dan mengikat udeng bali di kepala saat perayaan memang cara paling instan untuk diakui sebagai penjaga budaya. Tapi giliran disuruh menyelamatkan Lontar Bali, mendadak semua pura-pura sibuk scroll media sosial. Pengetahuan leluhur ini perlahan-lahan sedang ikut dikubur bersama generasi tua yang membawanya pergi. Plot twist yang paling menampar ego: cadangan “database”…

Read More