Skip to main content

ORASI

Biaya Upacara di Bali Harus Mahal? Membongkar Mitos Banten vs Gengsi Sosial

Belakangan ini, linimasa Threads ramai memperdebatkan nominal biaya upacara keagamaan di Bali. Pemicunya sederhana tapi bikin ngilu dompet: ada seorang pengguna yang membagikan pengalaman menghabiskan sekitar Rp7-8 juta untuk upacara tiga bulanan anaknya, yang bahkan hanya digelar di rumah, bukan di Griya. Sebagai pasangan dengan penghasilan UMR Denpasar, nominal tersebut tentu bukan uang kecil karena…

Read More

Disuruh Ngayah Paling Depan, Nanya Kuitansi Auto Jadi Tersangka: Paradoks Transparansi STT di Bali

Pernah dengar joke kalau nanya aliran dana kas di banjar itu risikonya lebih besar daripada nanya kapan nikah waktu Galungan? Bedanya, nanya kapan nikah cuma bikin kuping panas, tapi nanya aliran dana bisa bikin kamu auto-dicoret dari Kartu Keluarga adat. Belakangan ini, linimasa Threads ramai oleh curhatan seorang Ketua Sekaa Teruna Teruni (STT) di Bali….

Read More

Bukan Cuma Tempat Glamping: Misteri Eksodus Pande Logam dari Tamblingan Bali Kuno

Kalau mendengar kata “Tamblingan” hari ini, apa yang pertama kali muncul di kepalamu, Ton? Pasti kabut tebal, healing di pinggir danau, estetikanya pura, atau berebut lapak glamping pas weekend. Kita terbiasa melihat kawasan Tamblingan sebagai destinasi pariwisata yang tenang dan mendayu-dayu. Padahal, kalau kita memutar waktu ke abad ke-10 hingga ke-14 Masehi, suasananya sangat berbeda….

Read More

Fiks Bolos Sejarah: Membongkar Mitos “Agama Asli” Leluhur Bali Sebelum Hindu Datang

Coba ingat-ingat lagi pelajaran Sejarah waktu kita masih SD. Pasti ada satu paragraf template yang bunyinya kira-kira begini: “Sebelum Hindu-Buddha masuk ke Nusantara, masyarakat lokal menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.”. Di kepala kita waktu kecil, visual yang muncul adalah sekelompok manusia purba yang kesehariannya cuma memuja pohon beringin atau menyembah batu besar. Narasi ini terus…

Read More

Hak Purusa Lenyap Tapi Beban Adat Jalan Terus? (Tragedi Warisan Adat Bali)

Di Bali, lahir sebagai anak laki-laki atau purusa sering dianggap sebuah jackpot. Ada pandangan umum yang mengira bahwa hak waris dan kewajiban adat itu selalu datang dalam satu paket yang diikat oleh aset berupa tanah. Ekspektasinya jelas: menjadi penerus garis keluarga berarti bersiap menerima sertifikat tanah, petak sawah, atau minimal kos-kosan warisan untuk modal hidup….

Read More

Tumpek Kandang dan Standar Ganda Kita: Anjing Diupacarai, Vaksinnya Nunggu Gratisan

Setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Uye, anjing peliharaan di pekarangan rumah kita mendadak naik kasta. Di hari Tumpek Kandang, mereka dimandikan, diberi makanan enak, dan diupacarai dengan khusyuk sebagai bentuk ungkapan syukur umat Hindu atas keberadaan hewan yang melengkapi kehidupan manusia. Selama 24 jam penuh, anjing lokal yang biasanya cuma kebagian…

Read More

Mitos “Mayat Hidup” Calonarang: Ternyata Tradisi Watangan Matah Lebih Muda dari Gen Z?

Buat kalian yang sering merapat ke area pura saat tengah malam, pasti sudah nggak asing dengan adegan puncak Wayang Kulit Calonarang yang bikin bulu kuduk berdiri. Ya, momen di mana watangan matah alias manusia hidup yang memerankan figur jenazah, dibawa masuk ke tengah pertunjukan. Tubuh manusia sungguhan ini dibaringkan, ditutup kain, diupacarai, dan dijadikan “umpan”…

Read More

Sanghyang Kuluk: Saat Leluhur Bali Memanggil Entitas Anjing untuk Melawan Wabah

Kita sering banget kena main character syndrome. Ngerasa jadi spesies paling berkuasa di bumi, yang bebas mengendalikan apa saja. Apalagi kalau ada grubug atau ketidakseimbangan yang melanda desa. Pasti insting pertama adalah: manusia yang harus turun tangan dan melawan alam. Tapi, ada satu fakta sejarah yang siap menampar keras ego tersebut. Leluhur kita di Bali…

Read More

Dikira Pajegan, Ternyata Sokok Pegayaman: Bukti Budaya Bali Itu Open-Source

Kalau khe lihat sekilas susunan buah dan bunga menjulang di atas dulang ini, pasti langsung mikir, “Oh, ini pajegan”. Wajar. Otak kita sudah terbiasa dengan visual tersebut. Tapi kalau khe datang ke utara Bali, tebakan itu bakal meleset jauh. Mari kenalan dengan Sokok Pegayaman, sebuah tradisi perayaan Maulid Nabi yang bentuknya sangat Bali, tapi maknanya…

Read More

Tilem Sasih Karo: Jadwal ‘Mental Health Day’ Gratis dari Leluhur Bali

Kamu rela bayar langganan aplikasi meditasi tiap bulan demi menjaga kewarasan. Sebagian lagi nekat menembus macetnya Ubud demi sesi healing berkedok digital detox. Padahal, jauh sebelum istilah mental health day jadi tren di media sosial, leluhur kita di Bali sudah menciptakan sistem penjadwalan refleksi diri yang rutin dan terstruktur. Sistem itu tidak butuh biaya langganan,…

Read More