ORASI

Mimpi Ketemu Sulinggih Langsung Merasa “The Chosen One”? Tahan Halu-mu, Ton! Ini Kata Lontar.

Jujur aja deh, Ton. Khe pasti punya satu temen (atau jangan-jangan khe sendiri?) yang kelakuannya agak cringe kalau urusan spiritual.

Baru mimpi dikit, bangun tidur langsung nyalain dupa, setel lagu healing instrumental, terus update Story WhatsApp dengan background gelap dan tulisan kecil: “Suksma pawisik, Rahayu…”

Dalam hati ngerasa jadi “Main Character”. Merasa terpilih. Merasa dapet wahyu buat jadi orang sakti mandraguna. Pikiran udah traveling kemana-mana: “Apakah ini saatnya tyang ngiring? Apakah tyang harus beli genta di marketplace sekarang?”

Eits, rem dulu halu-mu, Wi!

Jangan buru-buru self-diagnose jadi balian, apalagi kalau khe ke Pura aja masih bolong-bolong kayak jalanan Gianyar.

Berdasarkan penjelasan Ida Bagus Bhaskara (Penekun Lontar dari Geria Sunia Tampaksiring Gianyar) yang merujuk pada Lontar Tatenger Ipian (catat nih, ada kitabnya, bukan cocoklogi admin!), mimpi didatangi sosok pendeta itu maknanya jauh dari ekspektasi liar khe.

Simak nih tamparan realitanya, biar khe nggak malu-maluin di tongkrongan.

1. Mimpi Ketemu Pedanda Lanang (Laki-laki)

Kalau dalam mimpi itu khe didatangi sosok Pendeta Laki-laki (Pedanda Lanang) yang berwibawa, jangan langsung mikir khe mau diwariskan kesaktian.

Menurut Lontar, itu adalah pertanda atau kode keras dari Ida Sesuhunan di Pura Dalem.

Artinya apa? Bukan, Beliau bukan mau ngangkat khe jadi Avengers jalur Niskala. Kemungkinan besar, Beliau datang buat “NGE-ROAST” khe karena khe males banget muspa ke Pura Dalem!

Coba diingat-ingat, kapan terakhir khe ke Pura Dalem? Atau khe tipe yang ke Pura cuma pas mau minta rejeki atau pas lagi galau diputusin pacar doang? Nah, itu dia jawabannya. Itu peringatan biar khe rajin dikit, Gung!

2. Mimpi Ketemu Pedanda Istri (Perempuan)

Gimana kalau yang datang sosok Pendeta Perempuan (Pedanda Istri)?

Ini adalah representasi atau kode dari Ida Sesuhunan di Pura Desa.

Sama kasusnya kayak di atas, Gek. Ini bukan surat pengangkatan jadi Jero Tapakan. Ini sentilan halus karena mungkin sosial life khe di Desa Adat berantakan.

Mungkin khe jarang ngayah di banjar, kalau ada tedun selalu alesan sakit (padahal nongkrong di coffee shop), atau pelit mepunia. Jadi, Beliau datang buat ngingetin kewajiban khe sebagai warga desa.

3. “Ngiring” Gak Harus Jadi Balian, Ton!

Ini nih salah kaprah paling fatal anak muda jaman now. Denger kata “Ngiring”, otaknya langsung mikir kerauhan, nari-nari, atau ngobatin orang.

Padahal, Ngiring itu artinya mengikuti atau melayani.

Kalau khe mimpi kayak di atas, solusinya simpel: Introspeksi Diri. Mungkin khe disuruh “Ngiring” dalam bentuk:

  • Ngayah Nyapu: Ambil sapu lidi, bersihin sampah plastik di Pura. Itu udah ngiring.
  • Mepunia: Kalau khe lagi banyak duit, sisihin buat Pura. Jangan buat open BO atau top up game doang.
  • Hadir: Minimal setor muka pas kegiatan banjar, bantu-bantu pasang wastra atau bikin penjor.

Kurangi Drama, Banyakin Karma (Baik)

Jadi, kalau besok khe mimpi ketemu Sulinggih lagi, jangan buru-buru update status biar keliatan “spiritual”. Malu, Ton.

Itu tandanya alarm spiritual khe udah bunyi karena khe kebanyakan absen. Daripada sibuk nyari makna mistis biar keliatan keren, mending khe bangun pagi, mandi, terus berangkat ngayah ke Pura.

Ingat, sapu lidi di Pura lebih butuh tenaga khe daripada caption bijak khe di Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *