Musim KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Bali sudah tiba. Bagi mahasiswa tingkat akhir, ini adalah momen pengabdian. Tapi bagi pasangannya yang menunggu di Denpasar atau Singaraja, ini adalah momen “Uji Nyali”. Bukan takut sama leak atau memedi di desa, tapi takut sama fenomena klasik yang nggak pernah basi: selingkuh saat KKN.
Jujur saja, Ton. Berapa banyak cerita temanmu yang berangkat status pacaran, pulang status jomblo (atau malah punya pacar baru satu kelompok)?
Sebelum Khe menuduh pacarmu yang “gatel”, mari kita bedah fenomena ini dengan otak dingin ala Media ORASI. Kenapa desa yang sepi dan dingin justru memicu panasnya perselingkuhan? Apakah benar KKN itu singkatan dari Kuliah Kerja Nyelingkuh?
Simulasi Rumah Tangga “Trial Version”
Alasan utama kenapa potensi selingkuh saat KKN itu tinggi bukan semata karena niat, tapi karena kesempatan.
Di kota, Khe mungkin cuma ketemu pacar saat weekend atau ngampus. Ada batas privasi. Tapi di lokasi KKN, batas itu runtuh. Mereka tinggal satu atap (atau setidaknya satu kompleks posko), makan masakan yang sama, antre mandi di jam yang sama, dan melihat wajah “bantal” masing-masing setiap pagi.
Secara tidak sadar, ini adalah simulasi berumah tangga. Intensitas pertemuan yang ekstrem ini menciptakan keintiman emosional yang dipaksakan. Rasa “memiliki” itu tumbuh karena terbiasa ada. Wi yang biasanya manja sama Khe, tiba-tiba diurusin makannya sama Gek teman sekelompoknya. Di situlah benih “nyaman” mulai tumbuh liar.
(H2) Sindrom “Village Goggles”: Standar yang Menurun
Pernah dengar istilah Beer Goggles? Saat mabuk, semua orang terlihat cakep. Nah, di KKN ada yang namanya Village Goggles.
Di kampus atau di kota, mungkin teman sekelompok pacarmu itu terlihat biasa saja. Kalah saing sama selebgram Canggu. Tapi, saat terisolasi di desa terpencil—misalnya di pelosok Bangli atau Karangasem—pilihan jadi terbatas.
Prinsip ekonomi berlaku: kelangkaan meningkatkan nilai. Cowok yang bisa benerin pompa air posko tiba-tiba terlihat sekeren aktor Korea. Cewek yang bisa masak mie instan pas hujan deras terlihat seanggun bidadari. Standar kegantengan dan kecantikan jadi bias karena minimnya opsi. Jadi, jangan kaget kalau selingkuh saat KKN sering terjadi dengan orang yang (maaf) secara fisik ada di bawah standarmu. Itu efek lokasi, Ton.
“Trauma Bonding” Berkedok Proker
Seringkali, selingkuh saat KKN tidak dimulai dari godaan fisik, tapi dari penderitaan bersama.
- Sama-sama dimarahi Pak Kades.
- Sama-sama kedinginan karena posko bocor.
- Sama-sama stres mikirin proker yang nggak jalan.
Penderitaan bersama ini menciptakan bonding yang kuat. Psikologinya mirip dengan Stockholm Syndrome versi lite. Mereka merasa “hanya kita berdua yang mengerti susahnya hidup di sini”, sementara pacar di kota dianggap “nggak ngerti apa-apa”.
Kalimat sakti pemicu petaka biasanya dimulai dengan: “Maaf ya, aku nggak bisa video call, lagi rapat proker.” Padahal rapatnya cuma berdua di teras posko sambil curhat colongan tentang hubungan masing-masing yang lagi renggang.
Cara Menghadapi Pasangan yang Sedang KKN
Lalu, Khe harus gimana? Parno? Jangan dulu. Kalau pacarmu setia, mau ditaruh di tengah asrama model Victoria’s Secret atau gym penuh hunk pun, dia bakal tetap setia.
Tapi, untuk meminimalisir risiko selingkuh saat KKN, Khe bisa coba tips santai ini:
- Sidak Mendadak: Sekali-kali main ke poskonya tanpa bilang-bilang. Bawa martabak buat satu kelompok. Ini cara halus buat “nandain wilayah”.
- Kurangi Drama: Jangan nuntut kabar 24 jam. Semakin Khe posesif, semakin dia merasa terkekang dan mencari “udara segar” di teman sekelompoknya.
- Percaya (Tapi Pakai Logika): Percaya itu wajib, tapi kalau dia mulai sering repost story teman lawan jenisnya dengan caption internal joke yang Khe nggak ngerti, mulailah waspada.
KKN Adalah Filter Terbaik
Intinya, jangan benci KKN-nya. Kalau pacarmu akhirnya selingkuh saat KKN, bersyukurlah. Itu artinya semesta lagi ngasih tau Khe kalau mental dia belum siap buat komitmen jangka panjang.
Bayangin, godaan sebulan di desa aja nggak kuat, gimana mau menghadapi godaan hidup berumah tangga puluhan tahun? Mending putus sekarang daripada nanti, kan?
Jadi, buat Wi atau Gek yang pacarnya lagi mengabdi di desa, selamat overthinking. Dan buat yang lagi KKN, ingat: Penjor Galungan boleh miring, tapi integritas jangan.