Masuk tahun 2026, dompet warga Bali sepertinya harus belajar diet ketat. Bukan cuma harga cabai yang bikin nangis, tapi urusan naruh kendaraan di pinggir jalan aja sekarang tarifnya makin “elite”.
Terutama buat Khe yang sering bolak-balik Badung dan Denpasar, pasti ngerasain ada yang beda di kantong. Tapi pertanyaannya, Wi: dengan tarif yang naik, apakah kendaraan kita makin aman, atau malah cuma nambahin pundi-pundi “oknum”?
Mari kita adu mekanik kebijakan parkir dua wilayah paling sibuk di Bali ini.
Badung 2026: Tarif Sultan, Fasilitas Tetap Mandiri?
Mulai 1 Januari 2026, Kabupaten Badung resmi memberlakukan tarif parkir baru berdasarkan Perda No. 8 Tahun 2025. Kenaikannya nggak tanggung-tanggung, Gung, mencapai 100%!
- Sepeda Motor: Rp 2.000 (Dulu seribu dapet senyum, sekarang dua ribu dapet peluit).
- Mobil: Rp 4.000.
Masalahnya di mana? Meski tarifnya paling mahal di Bali, sampai saat ini belum ada regulasi yang menjamin ganti rugi kalau motor atau mobil Khe raib digondol maling di parkiran resmi. Jadi, bayar 4 rebu itu murni buat “sewa lahan” di pinggir jalan. Kalo ilang? Ya, self-service alias tanggung sendiri, Ton. Paling banter jukirnya cuma bantu bilang, “Tadi saya nggak liat, Wi.”
Denpasar: Lebih Murah dan (Katanya) Ada Asuransi
Bergeser sedikit ke tetangga sebelah, Pemkot Denpasar sepertinya lebih milih main cantik. Tarif parkir di Denpasar tahun 2026 masih mengacu pada aturan lama dengan harga yang lebih bersahabat:
- Sepeda Motor: Rp 2.000.
- Mobil: Rp 3.000 (Hemat seribu dibanding Badung!).
Tapi yang bikin Denpasar unggul telak adalah keberanian Perumda BPS buat ngejamin ganti rugi kendaraan hilang. Lewat video sosialisasi yang viral, mereka janji bakal ganti rugi dalam 7 hari kerja kalau kendaraan Khe hilang di titik parkir resmi.
Catatan Penting: “Ganti rugi ini bukan hadiah giveaway, Gek. Ada syarat birokrasi yang bikin kepala pening kalau Khe ceroboh.”
Adu Mekanik: Pilih Mahal atau Pilih Aman?
Biar makin jelas, cek tabel perbandingan Tarif Parkir Badung vs Denpasar 2026 di bawah ini:
| Fitur / Benefit | Badung | Denpasar |
| Tarif Mobil | Rp 4.000 | Rp 3.000 |
| Ganti Rugi Hilang | TIDAK ADA | ADA (Asuransi) |
| Keamanan | Tanggung Jawab Pemilik | Dijamin Pemerintah (Syarat Berlaku) |
Secara matematis, Denpasar menang telak. Khe bayar lebih murah tapi dapet proteksi. Sementara di Badung, Khe bayar “harga premium” tapi dapet risiko yang juga premium.
Syarat Ganti Rugi: Jangan Buang Karcis!
Nah, buat Khe yang merasa aman parkir di Denpasar, jangan seneng dulu. Proteksi ganti rugi itu hanya berlaku kalau Khe punya Karcis Parkir Asli.
Ini syarat yang wajib Khe siapin kalau nggak mau klaim ditolak:
- Karcis Parkir Asli: Jangan dibuang, jangan dijadiin bungkus permen!
- Laporan Polisi: Harus gercep lapor pas kejadian.
- Kunci Kontak: Mesti ada di tangan Khe (buat bukti kuncinya nggak nyantol).
- STNK & KTP: Data kepemilikan harus valid.
Parkir itu Investasi atau Retribusi?
Kenaikan tarif parkir Badung vs Denpasar 2026 ini harusnya jadi alarm buat kita semua. Jangan mau cuma jadi sapi perah buat PAD (Pendapatan Asli Daerah) tanpa ada jaminan keamanan yang jelas.
Di Badung, kita dituntut buat lebih waspada dan pasang kunci ganda. Di Denpasar, kita dituntut buat jadi “kolektor kertas” alias nggak boleh ngilangin karcis.
Jadi gimana, Ton? Mending bayar mahal di Badung demi estetik jalanan, atau parkir di Denpasar sambil ngetetin dompet biar karcis nggak ilang?