ORASI

Healing Nggak Harus Mahal: Itinerary Desa Wisata Aan Buat Kaum Dompet Tipis

Liburan di Bali belakangan ini makin terasa kayak simulasi kemiskinan. Ngopi di kafe estetik wilayah selatan harganya sukses bikin ginjal bergetar, belum lagi macetnya yang menguji kesabaran. Buat kita yang gajinya cuma numpang lewat tapi butuh healing, ada alternatif rute yang beda dimensi. Siapkan mental dan tes shockbreaker motor Karbu kalian ke Desa Wisata Aan di Klungkung. Tempat ini bukan rute manja buat kaum lambung lemah yang sedikit-sedikit butuh AC.

Kenapa Harus ke Desa Wisata Aan?

Terletak di Kecamatan Banjarangkan, jarak desa ini cuma sekitar 8 km arah utara dari Semarapura. Di sini, kita nggak bakal menemukan bule FOMO yang menyewa motor ugal-ugalan atau antrean bikin konten yang panjangnya mirip antrean sembako. Sebaliknya, tempat ini menawarkan realitas liburan yang sesungguhnya. Mari kita bedah itinerary sehari penuh yang dijamin bikin dompet aman tapi jasmani dan rohani babak belur (dalam konotasi positif, tentunya).

Itinerary Uji Nyali Sehari Penuh

Berikut adalah rute perjalanan dari pagi sampai senja yang bisa langsung dieksekusi weekend ini. Syaratnya cuma satu: pastikan bensin motor terisi penuh.

Pagi: Kerja Bakti di Aan Secret Waterfall

Jam 9 pagi, kita mulai dengan wisata yang menyuruh tamunya kerja bakti. Betul sekali, di Aan Secret Waterfall, pengunjung diminta memungut sampah di sepanjang perjalanan menuju titik air terjun. Ini baru namanya responsible tourism sungguhan. Tujuannya biar sadar, liburan itu tidak cuma meninggalkan jejak karbon dan janji palsu buat balikan sama mantan. Sebelum asyik selfie, pungut sampah dulu!

Siang: Ganjal Perut di Warung Secret Aan

Lelah memungut sampah di Desa Wisata Aan pasti bikin perut keroncongan. Lupakan beach club yang minimum spend-nya setara UMR. Pada jam 12 siang, langsung gas ke Jalan Pura Dalem Setra Kelod. Di sana ada Warung Secret Aan yang buka jam 11.00 sampai 18.00. Pesan Laklak seharga Rp5.000 per porsi, dimasak pakai tungku tanah liat asli. Makan sejarah budaya dengan harga 5 ribu perak jelas lebih masuk akal daripada beli pancake 80 ribu yang rasanya mirip kardus packing.

Sore: Kena Mental di Museum Sukanta Wahyu

Kenyang makan Laklak, jam 2 siang waktunya berteduh di Banjar Sengkiding. Di sini ada Museum Sukanta Wahyu milik seorang pensiunan PNS. Beliau membuat 600 karya seni (400 patung, 200 lukisan) sendirian selama lebih dari 22 tahun. Bayangkan, puluhan tahun berkarya tanpa mengemis validasi algoritma TikTok. Kita yang baru posting story sepi views saja sudah kena mental. Lemah.

Senja: Merenungi Nasib di Bukit Batu Kembar

Jam 4 sore, siksa lagi mesin Karbu nanjak ke Bukit Batu Kembar. Jalannya sudah dianggarkan untuk dirabat pada tahun 2024 ini, jadi hitung-hitung bantu mengawasi proyek. Di puncaknya, ada dua batu kembar yang sangat sakral bagi masyarakat setempat. Pemandangan lanskap pegunungan dan sawah berundak di kejauhan menjadikannya spot sunsetan sempurna. Magisnya dapat, estetiknya dapat, sangat pas buat merenungi nasib kenapa chat doi ceklis satu terus.

Plot Twist: Desa Ini Juara Nasional ADWI 2024

Meskipun terdengar seperti destinasi pinggiran yang harus ditembus dengan susah payah, Desa Wisata Aan aslinya punya value gila. Desa ini berhasil masuk 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Atraksinya resmi berskala nasional, mulai dari air terjun hingga pengrajin perak. Bahkan, SDM desanya sudah punya pemandu bersertifikasi.

Sayangnya, nyaris tidak ada konten lokal yang membahas pencapaian ini. Mungkin karena di sini tidak ada turis bermasalah yang bisa dijadikan bahan gibah dan engagement bait di kolom komentar.

Berani Melipir ke Timur?

Pada akhirnya, liburan berkualitas itu diukur dari experience-nya, bukan seberapa mahal tagihan paylater bulan depan. Menyaksikan ketangguhan warga desa dan bertahannya seni lokal dari atas jok motor butut adalah healing sejati. Kalau memang mencari Bali yang “otentik”, beranikan diri melipir ke timur. Atau, jangan-jangan aslinya cuma tim rebahan berkedok introvert?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *