Skip to main content

ORASI

Asta Kosala Kosali: Realita Nak Bali Antara Sikut Rumah dan Cicilan KPR

Rumah tradisional Bali tidak pernah dibangun menggunakan meteran atau satuan standar penggaris. Cetak biru yang digunakan justru sangat personal, yakni tubuh pemilik rumah itu sendiri. Sistem arsitektur kuno ini dikenal dengan nama Asta Kosala Kosali. Namun, bagi Gen Z di Bali pada tahun 2026, membicarakan pekarangan luas yang ideal rasanya seperti utopia. Di tengah gempuran…

Read More

Jersey Bali United Barong: Estetik, Tapi Ada Realita yang Disembunyikan

Rilis jersey Bali United Barong musim ini bareng Adidas emang sukses bikin heboh timeline. Visualnya cakep, warnanya berani, dan narasi “membawa budaya lokal ke lapangan hijau” selalu jadi jurus jitu buat narik simpati (dan dompet) para suporter. Motif Barong Ket nampang di dada jersey kandang kebanggaan Semeton. Katanya, ini simbol kebaikan, pelindung, dan penolak bala….

Read More

Uncal Balung: Konsep ‘Self-Care’ Leluhur Bali Sebelum Tren Psikologi Modern

Pernahkah kamu merasa sangat relate dengan tren “let go of what no longer serves you” yang berseliweran di TikTok? Bagi generasi muda saat ini, konsep mental health, self-care, atau emotional detox sering dianggap sebagai paham modern yang diimpor dari Barat. Padahal, jika kita menelisik lebih dalam, leluhur Bali sudah mempraktikkan konsep melepaskan beban ini jauh…

Read More

Ngerorod: Jalur Ninja Nikah Murah di Bali atau Cuma Menunda Tagihan Banten?

Jujur aja, Ton. Umur segini, lihat undangan nikah teman numpuk di meja itu bikin dompet dan mental ketar-ketir. Gaji pas-pasan, tabungan tipis, tapi standar gengsi resepsi keluarga tingginya ngalahin Gunung Agung. Di tengah keputusasaan finansial ini, wajar kalau banyak pasangan muda di Bali mulai melirik opsi pamungkas: kawin lari. Banyak yang mengira ini adalah jalan…

Read More

Kasepekang: Cancel Culture Tertua di Bali yang Bikin Ngeri

Ton, kita sering ngetawain Gen Z yang takut banget kena cancel culture di media sosial. Paling mentok akun lenyap, kehilangan endorsement, atau digeruduk buzzer berhari-hari. Tapi, di Bali, cancel culture itu mainannya beda level dan konsekuensinya jauh lebih mengerikan. Namanya kasepekang, sebuah hukuman sosial tertua yang efeknya sangat nyata buat warga lokal. Ini bukan sekadar…

Read More

Candi Prambanan: Raksasa yang Bangun Setelah 1.000 Tahun & Alternatif Tirta Yatra Gen Z Bali

Bali memang nggak pernah kehabisan kalender odalan. Dari ujung Karangasem sampai Jembrana, banten dan asap dupa nyaris nggak pernah putus. Tapi jujur aja, Ton, pernah nggak Khe ngerasa burnout sama rutinitas sosialnya? Saat spiritualitas terasa lebih dominan di urusan iuran, peturunan, dan gengsi banjar, kadang kita butuh ruang untuk sekadar bernapas. Di sinilah Tirta Yatra…

Read More

Legenda Bulan Pejeng: Mitos Maling Nekat atau Bukti Teknologi Kuno Bali?

Bagi sebagian besar dari kita, pelajaran sejarah Bali di sekolah itu ibarat obat tidur legal. Tapi, ada satu cerita yang selalu bikin melek: Legenda Bulan Jatuh di Pejeng. Selama ini, kita dicekoki cerita bahwa ada bulan yang jatuh ke bumi, bersinar terang benderang, lalu mendadak redup karena dikencingi oleh seorang maling yang merasa aksinya terganggu….

Read More

Makna Hari Raya Kuningan: Kenapa Sembahyang Harus Kelar Sebelum Jam 12 Siang?

Ton, ngaku aja. Berapa kali khe sembahyang Kuningan dengan langkah buru-buru sambil diomelin nyokap karena takut keburu siang? Dari kecil kita dikondisikan untuk lari sprint bawa banten sebelum matahari ada di atas kepala. Kebanyakan dari kita cuma mikir, “Oh, mungkin biar bantennya nggak kepanasan,” atau “Biar cepet bisa lanjut nongkrong.” Padahal, kalau kita bedah makna…

Read More

Makna Hari Raya Kuningan: Bukan Cuma Soal Baju Kuning dan Gengsi OOTD di Pura

Tiap 210 hari sekali, tepatnya 10 hari setelah Galungan, timeline medsos kita pasti berubah jadi lautan warna kuning. Kebaya limun, udeng cerah, sampai kain kamen yang seragam. Tekanan sosial buat tampil matching pas rahinan kadang lebih bikin overthinking daripada mikirin cicilan. Pertanyaannya, Ton: apakah benar Lontar leluhur mewajibkan kita pakai dress code warna kuning? Atau…

Read More

Makna Hari Raya Galungan: Nyambut Leluhur Turun, atau Nyambut Dirimu di Masa Lalu?

Tiap enam bulan sekali, rutinitas kita selalu sama. Bikin penjor megah di depan rumah, motong babi, nyiapin banten, lalu khusyuk sembahyang di Sanggah Kemulan. Narasinya juga nggak pernah berubah: makna Hari Raya Galungan adalah momen buat menyambut roh leluhur yang turun ke bumi. Kita berdoa minta kelancaran rezeki sama kakek, buyut, atau leluhur yang wajahnya…

Read More