Skip to main content

ORASI

LPD Bali: Warisan Budaya Intangible Dunia yang Nyaris Terlupakan

Di tengah pesatnya modernisasi yang menyelimuti aglomerasi kawasan selatan—mulai dari pusat bisnis Denpasar, hingga denyut ekonomi dan pariwisata yang menyambung kuat ke wilayah Gianyar dan Tabanan—ada satu pilar ekonomi yang kerap dipandang sebelah mata oleh generasi modern. Pilar tersebut adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Dalam membahas eksistensi lembaga ini, fokus utamanya bukanlah untuk menghakimi pengelola…

Read More

Mebanten Canang Setiap Hari: Wajib Menurut Lontar, atau Cuma Gengsi Tetangga?

Bangun pagi, mandi, lalu rutinitas dimulai: menyapu halaman dan mebanten canang setiap hari. Buat sebagian besar dari kita, ini udah kayak default setting hidup di Bali. Nggak mebanten sehari rasanya ada yang kurang, atau lebih tepatnya: takut diomongin mertua atau tetangga sebelah. Tapi, pernah nggak Khe bener-bener ngecek, apakah mebanten canang setiap hari itu beneran…

Read More

Krisis Demografi Bali: Disuruh Cetak 4 Anak demi Ketut, Tapi UMR Cuma Cukup Buat Bayar Kos

Belakangan ini, para elit dan pejabat daerah sedang panik berjamaah. Pasalnya, krisis demografi Bali perlahan bukan lagi sekadar mitos, melainkan realita pahit. Target kampanye KB Bali yang mewajibkan warga punya empat anak demi menyelamatkan nama “Ketut” dari kepunahan ternyata gagal total di lapangan. Pemerintah sibuk menyalahkan generasi muda yang dituding “kehilangan jati diri” karena menunda…

Read More

Biaya Ngaben Massal di Bali: Solusi Murah atau Sekadar “Gacha” Desa Adat?

Ton, kita semua tahu realitanya. Kerja pontang-panting, nge- shift dari pagi ketemu pagi di sektor hospitality, eh gaji UMR yang lewat rekening cuma numpang lewat. Di tengah saldo ATM yang seringnya cuma sisa debu, tiba-tiba ada beban utang leluhur yang harus dilunasi. Ngaben. Upacara wajib yang nggak bisa di- skip, apalagi di-cancel pakai alasan “maaf,…

Read More

Perempuan Bali dan Tajen: Yang Kalah Seringkali Bukan Ayamnya

Arena tajen di Bali selalu identik dengan sorak-sorai. Di sana, taruhan diputuskan dengan cepat, ayam jago disiapkan dengan presisi, dan puluhan laki-laki berkumpul membawa ambisi. Namun, saat debu arena sudah turun dan keramaian bubar, ada realitas sunyi yang jarang dibicarakan. Siapa yang sebenarnya menanggung beban saat kekalahan terjadi? Jawabannya sering kali mengarah pada sosok yang…

Read More

Baliho “Bali Chose You” dan Realita Gentrifikasi Bali: Warga Lokal Tersingkir, Salah Siapa?

Ton, kalau khe lagi macet-macetan di By Pass pakai motor Supra sambil nelan debu proyek, pernah nggak tiba-tiba ngelihat baliho estetik bertuliskan “You didn’t choose Bali but Bali chose you”? Buat para turis atau digital nomad yang baru landing dan siap healing, kalimat itu mungkin kerasa romantis banget. Seolah alam semesta punya panitia seleksi spiritual…

Read More

Kasta Anjing di Bali: Flexing Ras Bule, Padahal Fakta DNA Anjing Bali Setara Dingo Australia

Banyak dari kita yang rela nabung jutaan cuma demi bisa flexing nuntun Husky atau Golden Retriever di Lapangan Renon. Biar kelihatan elit, katanya. Sementara itu, anjing jalanan yang sering tidur di bale banjar atau depan warung di Kintamani malah dilempar sendal dan dicap “kampungan”. Tapi Ton, sains ternyata punya plot twist yang lumayan nampar ego…

Read More