Skip to main content

ORASI

STT Bali Kena Sindir: Organisasi Raksasa yang Ditinggal Nongkrong Anggotanya?

Ton, coba ingat-ingat. Kapan terakhir kali khe datang kumpul banjar tanpa dipaksa absen, atau tanpa bayang-bayang denda dari kelihan? Secara statistik, Sekaa Teruna Teruni (STT) itu raksasa. STT di Bali jumlahnya kurang lebih setara dengan jumlah banjar yang ada. Tapi ironisnya, belakangan ini bale banjar justru makin sepi dari tongkrongan anak muda. Kenapa organisasi pemuda…

Read More

Beratnya Jadi Mama Muda di Bali: Dompet Terkuras Adat, Mental Habis karena Asap

Gek, mari kita jujur-jujuran. Menjadi mama muda di Bali saat ini butuh keahlian survival tingkat dewa. Kalau dulu orang tua kita stresnya cuma sebatas mikirin anak mau makan apa, sekarang beban yang dipikul jauh lebih kompleks. Bagi khe yang harus banting tulang ngurus anak—apalagi kalau kebetulan lagi riuh ngurus dua anak kecil di rumah—pasti paham…

Read More

Ke Mana Larinya Uang Pariwisata Bali? Fakta Nyesek di Balik Devisa Rp107 Triliun

Pemerintah kita rajin banget flexing di media. Katanya, di tahun 2024, Bali sukses nyumbang devisa buat negara sampai Rp107 Triliun. Angkanya fantastis, bikin dada membusung bangga. Tapi, coba Khe cek mutasi rekening hari ini. Apakah saldonya bertambah seiring meledaknya jumlah turis? Atau malah cuma cukup buat beli nasi jinggo dua bungkus di pinggir Bypass? Banyak…

Read More

Tiket Pesawat 4 Juta PP: Membedah ‘Ceremonial Guilt’ Perantau Bali Saat Galungan

Galungan sudah di depan mata. Buat sebagian besar orang, ini adalah momen liburan dan perayaan. Tapi buat perantau Bali di luar pulau, momen ini sering kali jadi pemicu overthinking massal di kamar kosan. Coba buka aplikasi travel di HP-mu sekarang. Harga tiket pesawat Jakarta-Denpasar (PP) menjelang Galungan bisa dengan mudah menembus Rp 4 juta. Buat…

Read More

Kerja Gampang, Tapi Masa Depan Nggak Ada: Realita Gelap Pengangguran di Bali

Bali punya tingkat pengangguran rendah. Di atas kertas, ini terlihat seperti kabar baik. Ekonomi tampak bergerak dan pariwisata hidup. Tapi, buat kita-kita yang tiap hari ngerasain macetnya By Pass demi masuk shift pagi, ada pertanyaan yang lebih jujur: kerjanya memberi hidup, atau cuma cukup buat bertahan sampai gajian berikutnya? Sebagai anak muda yang hidup di…

Read More

Hak Waris Perempuan Bali: Bli Dapat Sertifikat, Gek Bayar Tagihan RS?

Mari kita bicarakan gajah di pelataran sanggah, Ton. Sesuatu yang sering bikin rapat keluarga mendadak hening, atau malah berujung gebrak meja. Ya, kita sedang membicarakan realita hak waris perempuan Bali. Skenarionya sering kali begini: Bapak masuk rumah sakit, Gek yang bolak-balik ngurus tebusan obat, begadang di bangsal, sampai mutasi rekeningnya isinya cicilan BPJS semua. Bli?…

Read More

Gaji UMK Bali vs Gengsi Banjar: Beragama Itu Murah, Tetangga yang Bikin Mahal

Kalau bicara soal gaji UMK Bali, rasanya seperti melihat story teman yang lagi liburan ke Eropa: ada bentuknya, tapi terasa jauh dari jangkauan. Buat Khe yang tiap hari menembus kemacetan, bekerja keras bagai kuda, momen gajian harusnya jadi ajang balas dendam untuk self-reward. Tapi realitanya? Tanggal gajian sering kali bertepatan dengan rentetan rerahinan agung. Tiba-tiba,…

Read More

Boikot di Sosmed, Ngantri Brunch di Canggu: Ironi Bisnis WNA & KTP ‘Sakti’ Warga Lokal

Ton, timeline sosmed kita belakangan ini penuh banget sama gerakan boikot. Pagi-pagi share poster semangka, siang debat geopolitik, tapi sorenya? Asik ngantri brunch estetik di resto viral kawasan Canggu atau Ubud. Kelihatannya biasa aja, sampai Khe tahu satu fakta dark: Founder resto viral tersebut berasal dari negara yang paspornya aja nggak diakui sama Republik Indonesia….

Read More