Skip to main content

ORASI

Membongkar Triliunan Ekonomi Yadnya Bali: Punya Pasar Abadi, Kok Belum Mandiri?

Pernahkah terlintas di pikiran Khe saat membeli canang atau banten setiap rerahinan, ke mana sebenarnya muara dari perputaran uang yang kita keluarkan? Yadnya adalah bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Hindu Bali. Dari canang harian, Kajeng Kliwon, Purnama, hingga odalan besar, permintaan bahan upakara terus berjalan konsisten sepanjang tahun. Secara logika, dengan besaran permintaan budaya yang…

Read More

7 dari 10 Perempuan Bali Bekerja: Murni Emansipasi atau Gaji Suami Kurang?

Kita sering banget dengar pujian soal betapa rajinnya perempuan Bali. Bangga rasanya melihat Gek dan Luh makin mandiri dan punya karir sendiri. Apalagi kalau lihat datanya. Pada Agustus 2025, tingkat partisipasi kerja perempuan Bali menembus angka 70,84%. Artinya, sekitar 7 dari 10 perempuan usia kerja di Bali itu aktif bekerja atau sedang cari kerja. Ini…

Read More

Sejarah Hindu Bali: Benarkah Cuma “Barang Impor” dari India?

Banyak orang menyederhanakan sejarah Hindu Bali dengan satu narasi yang keliru. Sering kali, kita mendengar anggapan bahwa masyarakat Bali zaman dahulu belum beragama, lalu Hindu datang dari India atau Jawa dan mengubah semuanya. Seolah-olah, pulau Bali hanyalah ruang kosong yang pasif dan menunggu untuk diisi. Faktanya, narasi sejarah tersebut kurang tepat. Agama Hindu yang dipraktikkan…

Read More

81 Tahun Merdeka: Kenapa Sukses Anak Muda Bali Sering Terasa Harus Dicari di Luar Pulau?

Setiap perayaan 17 Agustus, narasi kemerdekaan kerap diisi dengan pidato heroik dan ajakan normatif untuk terus bekerja keras. Namun bagi generasi muda hari ini, makna kemerdekaan bergerak ke ranah yang jauh lebih personal: sejauh mana kita benar-benar memiliki kebebasan untuk menentukan masa depan sendiri? Bagi banyak anak muda Bali, ada sebuah paradoks sunyi yang kerap…

Read More

Markas Rahasia Ngurah Rai di Petang: Diakui Pemerintah, Lalu Dilupakan?

Setiap bulan Agustus tiba, nama I Gusti Ngurah Rai selalu menggema di mana-mana, mulai dari upacara bendera, nama jalan raya, sampai bandara internasional kebanggaan kita. Tapi, pernahkah Khe berpikir di mana beliau sebenarnya menyusun strategi gerilya tersebut? Jejak aslinya ternyata bukan di gedung-gedung megah, Ton. Di kawasan Dungun, Desa Petang, Badung, terdapat sebuah lokasi bersejarah…

Read More

Ekonomi Bali Tumbuh 5,8%, Tapi Kok Khe Makin Susah? Ini Realitanya

Kalau belakangan ini khe sering lihat berita soal pertumbuhan ekonomi Bali yang meroket, khe tidak sendirian. Berita di mana-mana sedang sibuk tepuk tangan. Ekonomi Bali di 2025 tumbuh 5,82%, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Kedengarannya sangat membanggakan, Ton. Tapi sebelum kita ikut-ikutan potong tumpeng, coba kita bedah sedikit. Angka raksasa itu datang dari mana?…

Read More

Sejarah Provinsi Bali: Alasan Sebenarnya Kita Pisah dari NTB & NTT

Besok, tanggal 14 Agustus, kalender kita merah. Kita merayakan hari jadi provinsi ini. Tapi kalau kita mau sedikit kritis, apakah khe pernah mempertanyakan kenapa kita harus merayakan tanggal ini? Sebenarnya, sejarah Provinsi Bali punya plot twist yang jarang dibahas di buku LKS sekolah. Pada awal 1950-an, Bali sama sekali belum berdiri sendiri sebagai sebuah provinsi….

Read More

6 Tahun Jadi Daily Worker di Bali: Eksploitasi Terselubung Berkedok Harian Lepas

Kerja di industri pariwisata Bali sering kali berarti harus akrab dengan satu status ajaib: Daily Worker alias DW. Status kerja yang katanya cuma buat kebutuhan sementara ini nyatanya sering jadi “permanen darurat” di berbagai hotel dan villa. Berapa banyak dari Ton atau Gek yang loncat dari satu shift ke shift lain, bertahun-tahun, tanpa kejelasan status?…

Read More

Kemacetan Denpasar: Yakin Adat yang Salah, atau Tata Kotanya yang Amnesia?

Tiap ada ruas jalan yang ditutup buat piodalan, karya, atau melasti, pasti timeline isinya orang ngomel. Seolah-olah, pecalang yang jaga simpang itu adalah sumber segala kemacetan duniawi. Tapi coba dipikir pakai logika sebentar, Ton. Pas nggak ada odalan atau upacara sama sekali, emangnya jalanan di Bali selancar jalan tol? Nggak juga, kan. Daripada kita terus-terusan…

Read More
Nah Kudiang Men

Macet, Gaji UMR, dan Bule Ulah: Kenapa “Nah Kudiang Men” Jadi Mantra Bertahan Hidup Orang Bali

Ton, sadar nggak belakangan ini kita makin sering berucap Nah Kudiang Men? Tiap pagi berangkat kerja ngelewatin By Pass atau nyangkut di lampu merah Dewa Ruci, rasanya pengen misuh. Tapi ujung-ujungnya, cuma helaan napas panjang yang keluar. Buka media sosial, isinya soft life ala ekspatriat dan harga es kopi yang udah nggak ngotak. Sementara realita…

Read More