ORASI

Tiket Masuk Kintamani 2026: Retribusi Resmi atau Pungli Terselubung?

Viral lagi, Ton. Sebuah video berseliweran di FYP menunjukkan pengendara mobil yang dicegat saat mau ngopi estetik ke Penelokan. Tiba-tiba ada pria berpakaian bebas, tanpa seragam dinas, meminta uang Rp 25.000 per kepala. Vibesnya? Perpaduan antara razia liar dan debt collector. Langsung saja kolom komentar meledak. Banyak yang teriak “Pungli!” dan mengancam boikot. Tapi sebelum…

Read More

Post-Nyepi Depression: Kena Mental Beneran atau Cuma Males Balik Kerja?

Sehari setelah Nyepi, biasanya timeline Instagram dan FYP TikTok mendadak penuh dengan unggahan estetik dan melankolis. Caption-nya seragam: “Missing the Nyepi silence so much” atau “Udah kangen sama bintang tadi malam.” Lalu, muncul satu istilah psikologi pop yang tiba-tiba viral dipakai banyak orang: Post-Nyepi Depression. Katanya sih, ini perasaan hampa dan sedih karena kedamaian spiritual…

Read More

Indonesia Juara 1 Malas Jalan Kaki: Mengapa Pejalan Kaki di Bali Adalah Kasta Terendah?

Valid no debat! Berdasarkan riset Stanford University, Indonesia resmi dinobatkan sebagai negara paling malas jalan kaki sedunia. Rata-rata orang kita cuma mencatat 3.500-an langkah per hari. Buat Khe, Wi, atau Gek yang jarak ke minimarket depan gang cuma 50 meter aja harus manasin Vario dulu, selamat! Kalian adalah kontributor utama data membanggakan ini. Betis kita…

Read More

Efek Perda Bali No 4 Tahun 2026: Sawah Di-Lockdown, Bule Ketar-Ketir, Tapi Petani Makan Apa?

Tanggal 24 Februari 2026 kemarin resmi jadi hari bersejarah buat tata ruang Pulau Dewata. Pemerintah akhirnya menarik tuas rem darurat lewat pengesahan Perda Bali No 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan. Inti dari aturan ini cukup bikin telinga berdenging: Sawah produktif (LP2B) haram disulap jadi beach club atau vila. Selain itu, praktik nominee—alias…

Read More